Bukittinggi, 22 April 2025 – SMKN 2 Bukittinggi menjadi tuan rumah kegiatan Aksi Bergizi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 22 April 2025, bertempat di aula SMKN 2 Bukittinggi, dan diikuti oleh 200 orang siswa sebagai peserta utama.
Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibu Yasmiati Ibnu Azis, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran remaja dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan produktif. Hadir pula sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Linda Faroza, S.H., M.M., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Riani, S.K.M., M.Kes., Kepala Puskesmas Rasimah Ahmad, Drg. Dewi Susanti, Kasi SMK Cabdin Wilayah I Provinsi Sumatera Barat, Dra. Mirawati, M.Si., serta Kepala SMKN 2 Bukittinggi, Dra. Meri Desna, M.Pd.
Kegiatan dimulai dengan aksi minum tablet tambah darah bersama para siswa sebagai simbol komitmen dalam pencegahan anemia pada remaja. Selanjutnya, peserta menerima berbagai materi edukatif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.
Materi pertama disampaikan oleh Riani, S.K.M., M.Kes. yang memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang dalam mendukung tumbuh kembang remaja. Sesi berikutnya diisi oleh Yessy Siswanti yang mengangkat topik menarik mengenai penggunaan kosmetik aman dan bahaya rokok, dua isu yang erat kaitannya dengan kehidupan remaja masa kini.
Tak kalah penting, Ibu Emmalia Yuli Israwanti, S.Psi., Psikolog. turut menyampaikan materi mengenai kesehatan mental remaja. Sebagai penutup, pengarahan juga diberikan oleh Kasi SMK Cabdin Wilayah I, yang menekankan peran pendidikan dalam membentuk remaja yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara jasmani dan mental.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMKN 2 Bukittinggi semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan secara holistik demi masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini juga mencerminkan kolaborasi positif antara dunia pendidikan dan kesehatan.